Sekapur Sirih STKIP NU Kabupaten Tegal

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama (STKIP NU) Kabupaten Tegal lahir dilatar belakangi oleh kondisi sosial dan tuntutan masyarakat terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan keniscayaan terjadinya perubahan sosial budaya yang diidentikan dengan pembangunan masyarakat di segala bidang, khususnya Kabupaten Tegal dan Jawa Tengah pada umumnya. Dilandasi  atas kemauan yang kuat  untuk mencerdaskan kehidupan bangsa  dan tanggungjawab moral terhadap pembangunan daerah, maka Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal membentuk Tim Pendirian Perguruan Tinggi Suasta Nahdlatul Ulama  Kabupaten Tegal dengan menerbitkan SK Nomor 001/PC/A.11.25/I/2015 tertanggal 7 Rabiul Tsani 1436 H/28 Januari 2015 M yang diketuai oleh Achmad Sururi, MA (candidat  Doktor) dosen Fisipol Unsoed Purwokerto yang notabene  sebagai ketua Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Kabuapten Tegal  dengan Tim Anggotanya terdiri dari Drs. H. Muslikh, MSI., Zaki Mubarok, MSI,  Ahmad Taufiq, M.Pd. Waidi, M.Pd.I. Eko Edya Purwanto, M.Si., Mohamad Furkon, M.Pd.I. dan Ilham Susilo Bakti, M.Kom. Tim inilah yang diamanati PC NU Kabupaten Tegal yang bekerja keras untuk pembuatan proposal dengan merumuskan konsep akademik, mulai dari Studi Kelayakan, Statuta, Renstra,  beserta unsur-unsur strtegisnya untuk mendirikan Perguruan Tinggi Suasta NU di Kabupaten Tegal yang disepakati dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nahdlaltul Ulama yang disingkat STKIP NU Kabupaten Tegal.

Atas perjuangan Tim, alhamdulillah pada tanggal 13 Maret 2015 Kordinator Perguruan Tinggi Suasta (KOPERTIS) Wilayah VI Jawa Tengah telah menerbitkan Surat Nomor 424/K6/KI/2015 perihal Rekomendasi  Pendirian Perguruan Tinggi  Suasta di Kabupaten Tegal, sehingga STKIP NU Kabupaten Tegal dapat membuka 3 (tiga) Program Studi, Yaitu Program Studi S1 Bimbingan Konseling (BK),  Program Studi S1 Pendidikan Informatika dan Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi. Langkah selanjutnya adalah Pengajuan Proposal ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sampai terjadi 2 (dua) kali  evaluasi dan pengajuan ulang proposal, dan alhamdulillah pada tanggal 2 Desember 2016 ada kepastian STKIP NU akan divisitasi. Selanjutnya pada hari Jum’at tanggal 2 Desember 2016 visitasi berjalan dengan lancar dan alhmadulillah pada tanggal 22 Desember 2016 STKIP NU mendapatkan SK Menristek Dikti Republik Indonesia dengan Nomor 528/KPT/I/2016 tentang “Izin Pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal di Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Nahdlatul Ulama” yang SKnya kami terima pada saat Lounching UNU Purwokerto pada tanggal  di. Dengan SK ini maka pada Tahun Akademik 2017/2018 STKIP NU Kabupaten Tegal dapat membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru dengan 3 (tiga) Program Studi, yaitu Program Studi S1 Bimbinngan dan Konseling (BK),  Pendidikan Informatika, dan S1 Pendidikan Ekonomi.

Pendirian STKIP NU ini bukanlah sikap latah terhadap berdirinya perguruan-perguruan suasta di Kabupaten/kota di seluruh wilayah di tanah air ini, tetapi merupakan tuntutan moral  terhadap ikhtiar dan kontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama terhadap  keberadaan warga NU yang jumlahnya mayoritas di negeri ini. Obsesi ini merupakan program NU Kabupaten Tegal Periode 2011-2016 sebagai wujud grand desain PC NU Kabupaten Tegal dalam melebarkan sayap kiprahnya melalui peran dan fungsi perguruan tinggi dalam memberikan kontribusinya terhadap pembangunan umat.

Idealisme dan perjuangan NU

Pendirian STKIP NU Kabupaten Tegal merupakan bukti idealisme  dan perjuangan NU terutama dikalangan intelektual muda NU yang tersebar di berbagai institusi pendidikan tinggi. Tidak dipungkiri bahwa perguruan tinggi sebagai institusi ilmiah memiliki posisi trategis dalam rangka menghasilkan SDM yang berkualitas yang dibutuhkan untuk pembangunan masyarakat, sehingga keberadaan STKIP NU sebagai Perguruan Tinggi sangat diharapkan peranannya oleh masyarakat. Oleh karenanya STKIP NU Kabuapten Tegal melalui program Tri Darma Perguruan Tinggi, baik dibidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian serta  Pengabdian kepada Masyarakat didisain menjadi perguruan tinggi sebagai pusat kajian ilmiah (penelitian) yang siap menghasilkan SDM yang berkualitas yang dibutuhkan oleh para stake holder dalam rangka pembangunan daerah.

STKIP NU dan Tantangan perubahan Sosial Budaya

Lahirnya Era Reformasi Tahun 1998 adalah merupakan akumulasi dari derasnya tuntutan masyarakat akan perubahan di berbagai aspek kehidupan menuju tatanan kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat yang demokratis. Seiring dengan komitmen gerakan reformasi dengan plat form dan rambu-rambu konstitusi yang tidak berubah menjadi liberlisme, maka aturan main atau regulasi sebagai payung hukumnya dipersiapkan, seperti munculnya Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 yang dirubah dengan UU nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang esensinya daerah memiliki otonomi dalam mengatur pembangunannya. Dampak positif lahirnya undang-undang tersebut mendisain system pembangunan yang awalnya bersifat top down (atas-bawah) berubah menjadi system pembanguan button up (bawah-atas) dengan posisi masyarakat sebagai subjek pembangunan.

Dalam situasi perkembangan masyarakat yang dihadapkan pada era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai wujud modernisasi, maka keberadaan STKIP NU Kabupaten Tegal sebagai institusi pendidikan tinggi  tampil sebagai lembaga yang didisain mampu memanfaatkan potensi-potensi lokal yang menghasilkan karya-karya ilmiah sebagai wujud peran dan tanggungjawab akademik terhadap pembangunan.   Oleh karenanya perubahan social budaya sebagai sebuah keniscayan bukan sesuatu yang dihindari, tapi menjadi sarana yang harus dimanfaatkan  secara terprogram, terukur dan tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan melalui implementasi program Tri Darma Perguruan Tinggi-nya. Oleh karenanya melalui Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Informatika dan Pendidikan Ekonomi, STKIP NU Kabupaten Tegal senantiasa berorientasi dan komitmen untuk menghasilkan sarjana yang berkualitas,  memiliki kompetensi di bidang pendidikan  yang mampu berperan sebagai “Agent of Change” (agen perubahan) dengan berpedoman pada prinisp “Al Muhafadzatu ‘alal qadimi shalih wal ahdu bil jadidil ashlah” yaitu “Mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang leibh baik” sebagai upaya menciptakan SDM yang  berkualitas sebagai implementasi “Khairunas anfa’uhum li naas”, yaitu sebaik-baik manusia adalah yang bermafaat untuk manusia lainnya dalam koridor ahlussunnah waljama’ah melalui prinsip-prinsip  Tasamuh (Saling menghormati-toleransi), Tawashuth (moderat) , Tawazun (keseimbangan),  I’tidal  (berbuat adil) dan Amar ma’ruf Nahyi ‘Anil Munkar (melaksanakan kebajikan dan mencegah keburukan/kejahatan)  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).    

STKIP NU dan Harapan Masyarakat

Dalam situasi kehidupan masyarakat yang demokratis di era globalisasi ini, tentunya masyarakat berharap keberadaan STKIP NU Kabupaten Tegal sebagai perguruan tinggi suasta mampu berperan sebagai lembaga yang dapat memberikan jawaban atas permasalahan-permasalahan sosial  yang amat kompleks ini sesuai dengan kapasitas kedudukan dan fungsinya pada pelakanaan Tri Darma-nya untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan pembangunan daerah Kabupaten Tegal khusunya dan Jawa Tengah pada umumnya menuju tatanan kehidupan masyarakat yang  demokratis, mandiri, produktif, memiliki etos kerja dan integritas serta mampu bersaing dalam kehidupan global, sehingga mampu berperan menjadi tuan di daerah/negaranya sendiri, bukan menjadi tamu di rumahnya sendiri.