Seberapa Efektifkah Pembelajaran Online Di Tengah Pandemi Covid 19 ?

pers kampus

Oleh : Lili Muzdalifah

Mahasiswa semester II Prodi Pendidikan Informatika STKIPNU Kabupaten Tegal

Coronaviruses (CoV) atau biasa disebut Covid-19 adalah virus yang kini ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi dunia, hingga 14 April 2020 melalui laman Worldometer tercatat lebih dari 1,9 juta orang dari 210 negara di dunia terkonfirmasi positif. Di Indonesia sendiri per tanggal 13 April 2020 sudah ada 4.557 kasus positif Covid-19, kasus ini bisa saja terus bertambah apabila masyarakat tidak mematuhi aturan dari Pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yaitu dengan adanya Social Distancing dan Psychal Distanting, dimana masyarakat dihimbau untuk menghindari kerumunan agar penyebaran Virus ini tidak semakin meluas, tentu ini berpengaruh terhadap berbagai sector termasuk pendidikan, dimana sekolah-sekolah dan universitas diliburkan untuk pembelajaran tatap muka dan digantikan dengan pembelajaran berbasis online. Namun seberapa efektif pembelajaran online ini bagi pagi para siswa ?

Di era teknologi seperti sekarang ini memang sudah banyak ditemukan aplikasi edukasi yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran terutama ditengah pandemic Covid-19, baik itu aplikasi belajar online, aplikasi video call untuk tatap muka secara online dan lain sebagainya. Namun tidak semua orang bisa mengakses itu semua, banyak faktor yang mengakibatkan siswa tidak dapat mengakses pembelajaran secara online.

Permasalahan kuota internet salah satunya menjadi permasalahan umum bagi para siswa untuk melakukan pembelajaran online, meskipun beberapa provider sudah memberikan kuota gratis untuk mengakses internet, namun itu saja tidak cukup mengingat tidak semua wilayah di Indonesia mempunyai kecepatan internet yang sama, terutama di daerah pegunungan yang seringkali susah sinyal, ditengah himbauan social distancing dan Psychal Distanting agar orang tetap di rumah, para siswa tidak bisa keluar untuk membeli kuota atau sekedar mencari Wi-fi, ini menjadi salah satu faktor penghambat proses pembelajaran online. Akan lebih baik jika siswa mendapat tugas dari guru yang tidak berakibat membengkaknya biaya kuota internet sehingga proses pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan baik dan efektif.

Berikutnya adalah tugas yang menumpuk diberikan oleh Guru. Alih-alih mendapatkan materi untuk dipelajari, para siswa justru mendapatkan tugas yang menumpuk dari para guru, memang sudah sewajarnya guru memberikan tugas kepada murid, akan tetapi jika berlebihan akan berakibat tidak baik untuk murid itu sendiri, contoh ketika di satu hari siswa mendapat beberapa tugas yang harus di kumpulkan di waktu yang sama, tentu itu memberatkan siswa, bisa saja hal itu dapat mempengaruhi kesehatan psikis siswa yang mengakibatkan setres dan menurunya imun, mengingat saat ini pentignya imun untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari inveksi virus Covid-19. Akan lebih baik jika guru memberikan materi pekerjaan rumah yang memberikan wawasan terhadap para siswa mengenai Covid-19, apa bahayanya serta  bagaimana cara mencegahnya agar selain mendapat pelajaran siswa juga mendapat pengetahuan tentang wabah yang sedang terjadi agar tidak sembarangan dalam melakukan sesuatu.

Hal ini tentu menjadi tantangan berat bagi para pelajar maupun guru, serta pemerintah yang dalam hal ini secara moral agar proses pendidikan di Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *