FENOMENA YOUNG ENTREPRENURSHIP DI INDONESIA

Uncategorized

FENOMENA YOUNG ENTREPRENURSHIP DI INDONESIA

Oleh : Abdul Wakhid, S.E., M.Pd.

(Dosen STKIP NU Kabupaten Tegal)

Semakin berkembangnya zaman membuat banyak sekali perubahan yang terjadi di masyarakat baik dari segi kultur, teknologi, perilaku dan lainnya. Hal ini juga memaksa perekonomian di setiap negara harus terus tumbuh untuk menjaga kestabilan negara dan bangsa. Dari tekanan ini, muncul lah bisnis yang menjadi penopang ekonomi di berbagai negara, karena sektor ini memang mendominasi dalam menyumbangkan pendapatan bagi suatu negara.

Maka dari itu, tidak mengherankan ketika muncul paradigma bahwa bisnis adalah satu-satunya jalan bagaimana seseorang dapat menjadi kaya raya, tetapi tetap bisa berkontribusi untuk pembangunan negara. Paradigma ini muncul disebabkan juga oleh pelaku-pelaku bisnis yang mempunyai jiwa entrepreneurship dan selalu menyampaikan semangat kepada masyarakat lewat seminar dan temu wicara bahwa bisnis merupakan cara eksklusif untuk membantu banyak orang. Karisma yang terbentuk pada pelaku bisnis ini yang menjadi salah satu alasan banyaknya pengusaha baru yang ingin terjun ke dalam dunia bisnis.

Tidak sedikit juga dari pengusaha baru ini yang masih tergolong muda atau remaja. Semangat entrepreneurship memang tidak mengenal umur, entah itu seseorang masih anak-anak ataupun sudah menjadi kakek-kakek atau nenek-nenek ketika mereka mempunyai jiwa entreprenurship maka orang-orang tersebut pantas dikatakan menjadi seorang “entrepreneur“. Fenomena pebisnis muda di Indonesiamenjadi suatu tren yang sudah mulai menjadi wajar dan menyebar bak wabah yang positif. Hal ini dikarenakan, jumlah dari mereka yang berusia di bawah 30 tahun yang membuka usahanya sendiri semakin banyak jumlahnya. Bahkan, kebanyakan usaha baru memang didominasi oleh mereka yang masih fresh dari segi umur, baik itu usaha berskala besar, Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), ataupun start-up. Euforia menjadi seorang pengusaha memang menjadikan semangat bagi para remaja ini untuk bisa berkontribusi untuk negara dan bangsa.

Terlebih lagi, mereka ini biasanya memiliki sifat kritis dan empati yang tinggi terhadap masalah yang terjadi di masyarakat, lingkungan, pemerintahan, dan sektor lainnya. Empati ini menciptakan berbagai ide brilian yang berhasil ditunjukkan oleh para pengusaha usia belia tersebut. Contohnya saja Nadhiem Makariem,  Sang CEO Go-Jek yang bermula dari empatinya yang melihat masalah kemacetan di kota besar dan mobilisasi masyarakat yang tinggi tapi tidak diikuti dengan fasilitas yang mendukung.

Dari penelusuran lebih dalam yang sangat personal tersebut, ia berhasil melahirkan ide brilian berbentuk ojek online yang menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk pergi berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa takut akan macet karena fleksibilitas dari motor sebagai armada dan juga kepastian harga yang selama ini tidak dapat diberikan oleh ojek konvensional pada umumnya. Ditambah lagi, kemudahan akses karena berbasis mobile apps serta keamanan dan kenyamanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat pengguna Go-Jek. Empati seperti inilah yang diharapkan dari mereka untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui ide-ide brilian untuk mengatasi berbagai masalah.

Sampai saat ini, jumlah dari pengusaha usia belia semakin menjamur, apalagi di industri kreatif yang mulai berkembang di Indonesia. Sebagai contoh, pada bisnis online shopping, hampir ribuan jumlah anak berusia di bawah 30 tahun yang menggeluti usaha ini karena kemudahan yang diberikan, modal yang sedikit dan resiko yang rendah. Tidak hanya itu, banyak juga para remaja yang mulai menyentuh usaha yang berskala besar seperti Nadhiem, Andrew Darwis, dan lainnya. Hal ini membuktikan fenomena ini memang sangatlah berkembang di negara kita.

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa para remaja di Indonesia mulai menggeluti bisnis. 

Pertama, karena mereka mengikuti tren di mana banyak teman atau orang yang sebaya mereka sudah lebih dahulu menggeluti bisnis sehingga para remaja ini merasa tertantang untuk melakukan hal yang sama untuk bebas dari masalah finansial sedini mungkin.

Kedua, karena mereka merasa harus berubah dan mengikuti jejak mereka yang telah sukses untuk merubah hidup mereka yang dahulunya sulit.

Ketiga, karena mereka butuh penghasilan tambahan atau utama karena kebutuhan yang semakin bertambah dan tidak dapat dibantu oleh orang tua mereka misalnya.

Hal-hal inilah yang bisa menjadi penyebab kenapa banyak remaja usia belia di Indonesia yang akhirnya menggeluti bisnis dan menghasilkan bibit baru yang menjadi penerus mereka dalam dunia bisnis. Tetapi, dengan munculnya fenomena ini harus diikuti dengan bagaimana bisnis dari tiap remaja dewasa dapat bertahan dan bahkan berkembang untuk waktu yang lama, karena masih banyak pengusaha belia yang gagal dan akhirnya berhenti dari dunia bisnis. Hal ini tentu salah karena bisnis memerlukan usaha dan kesabaran yang tinggi agar dapat mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, semua stakeholders seperti pemerintah juga harus ikut berkontribusi ke dalam dunia baru ini ini.

AKTUALISASI SIKAP DAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN(Entrepreuneur) 

  1. Mengidentifikasi Sikap dan Perilaku Wirausahawan

Dalam kompetensi dasar mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha kita akan mempelajari materi sebagai berikut:

Pengertian kewirausahaan

Beberapa istilah kewirausahaan yang dikemukakan oleh beberapa ahli adalah sebagaii berikut:

  1. Menurut Savary: kewirausahaan (Entrepreuneur) adalah: Orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa guna ekonomisnya akan dijual.
    1. Menurut Roben (1996) adalah  suatu prose sesorang guna mengejar peluang/kesempatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan memalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan.
    1. Menurut Zimmerer (1996): adalah suatu prose penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
    1. Menurut Inpres No. 4/1995 tentang GNMMK ( Gerakan Nilai Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan) adalah Semangat, sikap , perilaku dan kemapuan seseorang dalam menagani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya: mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologid an produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka pelayanan  yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.
  2. Sedangkan istilah wirausaha sendiri dapat diartikan sebagai orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat dalam memastikan kesuksesan.

Tujuan kewirausahaan yaitu:

  1. Menumbuhkembangkan jumlah wirausahawan yang berkualitas.
  2. Meningkatkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.
  3. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  4. Membudayakan semangat, sikap, perilaku dam kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat.

Sasaran kewirausahaan:

  1. Instansi pemerintah dengan kegiatan usaha (BUMN) organisasi profesi dan kelompol masyarakat.
    1. Pelaku ekonomi (pengusaha kecil dan koperasi)
    1. Generasi muda, anak putus ekolah dan calon wirausahawan.

Asas kewirausahaan:

  1. Memecahkan masalah dan mengambil keputusan
  2. Kemampuan bekerja secara tekun, teliti dan produktif
  3. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian
  4. Kemapuan berkarya dalam kebersamaan denga etika bisnis yang sehat.

Manfaat kewirausahan:

  1. Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga mengurangi pengganguran
    1. Sebagai generator pembagunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan dan kesejahteraan
    1. Mengerikan contoh bagaimana harus bekerja keras, tekun dan memiliki pribagi yang unggul yang patut untuk diteladani
    1. Berusaha menidik karyawannya menjadi orang yang mnadiri, disiplin, tekun dan jujur dalam menghadapi pekerjaan
    1. Berusaha menididik masyarakat agar hidup secara efisien, tidak foya foya dan tidak boros.

Sikap dan perilaku wirausahawan:

Seorang wirausahawan harus mempunyai beberapa sikap, yaitu:

  1. Mempu berfikir dan bertindak kreatif dan inovatif
  2. Mampu bekerja tekun, teliti dan dan produktif
  3. Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat
  4. Mampu berkarya dengan semnagat dan kemandirian
  5. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko.

Sedangkan prilaku yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha adalah:

  1. Memiliki rasa percaya diri (teguh pendirian, tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang baik, optimis terhadap pekerjaannya)
  2. Berorientasi pada tugas dan hasil (haus akan prestasi, berorintasi pada laba, tekun dan tabah, mempunyai motifasi tinggi dan kerja keras)
  3. Pengambul resiko (energik dan berinisiatif, mempu mengambil resiko, suka pada tantangan, bertingkahlaku sebagi pemimpin, dapat menanggapi saran da kritik)
  4. Keorisinilan ( inovatif, kreatif dan fleksibel, serba bisa dan mengetahu banyak hal)
  5. Berorintasi pada masa depan (optimis pada masa depan)

Disamping harus memiliki sikap dan perlaku tersebut diatas eorang wirausaha harus juga memiliki ketrampikan untuk menunjang keberhasilannya, yaitu ketrampilan dasar dan ketrampilan khusus.

Ketrampilan dasar:

  1. Memilki sikap mental dan spiritual yang tinggi
  2. Memiliki kepribadian yang unggul
  3. Pandai berinisiatif
  4. Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha

Ketrampilan khusus:

  1. Ketrampilan konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh bersarakan konsep yang dibuat.
    1. Ketrampilan teknis (technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha.
    1. Human Skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahan dan sesama usahawan.

Ruang lingkup (lapangan kerja) kewirausahaan:

  1. Lapangan  agribisnis (pertanian, perkebunan dan kehutanan)
  2. Lapangan perikanan (pemeliharaan ikan, penetasan ikan, makanan ikan, pengangutan ikan)
  3. Lapangan peternakan ( ternak burung/unggas, ternak bangsa binatang menyusui)
  4. Lapangan Perindustrian dan kerajinan
  5. Lapangan pertambangan dan energi
  6. Lapangan perdagangan
  7. Lapangan pemberi jasa

Karakteristik wirausahawan

Karakteristik adalah ciri-ciri khusus yang harus dimiliki oleh seseorang.Jadi karakteristik seorang wiraushawan adalah ciri-ciri khusus yang dimiliki seorang wirausahawan yang menbedakan dengan orang lain.

Berikut adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan:

  1. Disiplin

Dispilin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai, dilanrang atau diteruskan.

  • Komitmen tinggi

Komitmen tinggi berarti fokus pikiran diarahkan kepada tugas dan usahanya dengan sealu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Seorang pengusaha yang mempuyai komitmen tinggi adalah orang mentaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil sekaligus mempertahankan dan menciptakan kepercayaan dari orang lain baik konsumen maupun mitra bisnisnya.

Faktor-faktor yang terkait dengan komitmen tinggi adalah:

  1. Konsisten, tegas, adil
  2. Suri tauladan
  3. Konsentrasi pada manusia
  • Jujur

Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya.Kejujuran dapat disamakan dengan amanah. Amanah adalah bila diberi kepercayaan tidak berkhianat, kalau berkata selalu benar dan bila berjanji selalu ditepati.

  • Kreatif dan Inovatif

Secara umum kreatif dapat diartikan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseoarang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Berdasarkan penelitian kreativitas dapat didefinisikan menjadi 3 tipe kreativitas yang berbeda yaitu menciptakan, memodifikasi sesuatu dan mengkombinasikan.

Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk mengubah peluang usaha menjadi gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Inovatif merupakan suatu terobosan baru yang tercipta karena adanya kreatifitas yang tinggi.

  • Mandiri

Mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan kemampuan sendiri sekaligus berani mengambil resiko dalam bisnis.

Pembentukan sikap mandiri memiliki 6 kekuatan mental yang dapat menbangun kepribadian yang kuat antara lain:

  1. Berkemauan keras
  2. Berkeyakinan kuat atas kekuatan pribadi
  3. Kejujuran dan tanggungjawab
  4. Ketahanan fisik dan mental
  5. Ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras
  6. Pemikiran yang kontruktif
  • Realistis

Realistis berari kenyataan. Berfikir secara realistis merupakan cara berfikir yang sesuai dengan akal sehat.

Dengan pola pikir realistis seseorang dapat menerima kekurangan, kelemahan dan kekalahan sehingga dapat menyelaraskan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki

Seseorang yang realistis dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebutuhan sehingga menimbulkan inisiatid dan kreativitas.

Berikut adalah karakteristik wirausahawan yang dikemukakan oleh  ahli terkenal yaitu By Grave yang dikenal dengan istilah 10 D, yaitu:

a.   Dream

Seorang wirausaha mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.

b.  Decisiveness

Seorang wirausaha adalah orang yang tidak lambat bekerja. Mereka membuat keputusan secara cepat denga penuh perhitungan.

c.  Doers

Seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung ditindaklanjuti.

d.   Determination

Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya denga penuh perhatian, rasa tanggungjawab yang tinggi dan tidak mudah menyerah.

e.   Dedication

Dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi, kadang-kandng mengorbankan kepentingan keluarga.

f.    Devotion

Wirausahawan dalam melaksanakan pekerjaanya tidak mengenal lelah, semua perhatiannya semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.

g.   Details

Seorang wirausahawan sangat memperhatikan faktor-faktor  kritis secara rinci.

h.   Destiny

Seorang wirausahawan bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai dan tidak mua bergantung kepada orag lain.

i.    Dollars

Seorang wirausahawan tidak mengutamakan mencapai kekayaan tetapi uang dianggap sebagai ukuran kesuksesa bsinisnya, Ia berasumsi jika berhasi dalam bisnis maka ia pantas mendapatkan laba, bonus atau hadiah.

j.    Distribute

Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya, yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnis.

Mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan seseorang berdasarkan karakteristik wirausahawan

Ada beberapa faktor penyebab kegagalan dalam berwirausaha yaitu:

  1. Tidak adanya perencanaan yang matang
    1. Bakat yang tidak cocok
    1. Kurang pengalaman
    1. Tidak mempunyai senangat berwirausaha
    1. Kurangnya modal
    1. Lemahnya pemasaran
    1. Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi

Beberapa faktor yang menunjang keberhasilan wirausahawan

  1. Jujur (jujur terhadap diri sendiri, orang lain dan terhadap tujuan yang akan dicapai)
    1. Disiplin dan berani
      1. Dapat melaksanakan prinsip manajemen dengan baik.

MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA

Prinsip-prinsip kewirausahaan terdiri dari beberapa unsur penting yaitu :

  1. Ada tujuan dan mimpi (arah yang jelas) sebagai Visi dan misi
  2. Ada unsur semangat dan gairah sebagai sumber emosi
  3. Ada unsur manajerial dalam melaksanakan suatu usaha
  4. Ada unsur kreativitas dan inovasi
  5. Ada unsur pola pikir yang lebih jauh kedepan

Semangat wirausaha dan prinsip-prinsip tersebut dapat diaplikasikan pada semua profesi kita dan pada setiap kegiatan sehari-hari kita.

  1. Ada tujuan dan mimpi (arah yang jelas) sebagai Visi dan misi

Visi adalah cita-cita atau imajinasi seseorang tentang usaha/bisnis atau diri mereka sendiri suatu saat nanti seperti :

a. Apa yang menjadi ukuran pertumbuhan usaha
b. Bagaimana Sosok Anda atau usaha Anda dimasa mendatang
c. Akan sebesar apa bentuk usaha Anda
d. Imajinasi posisi usaha dan kearah mana usaha dibawa

Misi adalah bagaimana cara anda mewujudkan sebuah visi, dengan :

a. Tujuan dan alasan keberadaan suatu organisasi
b. Tindakan dan langkah-langkah yang harus dilakukan
c. Alasan usaha harus berkembang
d. Cara mewujudkan tujuan

  • Ada unsur semangat dan gairah sebagai sumber emosi,
    karena keberhasilan usaha sangat ditentukan oleh semangat yang pantang menyerah
  • Ada unsur manajerial dalam melaksanakan suatu usaha,
    bagaimanapun suatu usaha harus dilakukan dengan perhitungan strategi dan taktik, tidak hanya sekedar asal berjalan dalam menjalankan suatu usaha
  • Ada unsur kreativitas dan inovasi,
    kreativitas menjalankan usaha akan membuat usaha menjadi penuh semangat, dan mencoba hal-hal yang baru (inovasi) untuk keberhasilan suatu usaha
  • Ada unsur pola pikir yang lebih jauh kedepan, artinya usaha itu tidak hanya sesaat kemudian sudah, tetapi untuk masa depan,
    maka dalam berfikirpun disesuaikan dengan visi dan misi kedepan apa yang ingin dicapai

BERANI MENGAMBIL RESIKO DAN TANTANGAN BERWIRAUSAHA

Richard Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko. Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudahdiperhitungkan. Oleh sebab itu, wirausaha selalu berani mengambilrisiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif, dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya (Suryana, 2003 : 14-15).Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif.Menurut Angelita S. Bajaro, “seorang wirausaha yang berani menanggung risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik” (Yuyun Wirasasmita, dalam Suryana, 2003 : 21).

Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai risiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan risiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan, dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. Pilihan terhadap risiko ini sangat tergantung pada:

  1. daya tarik setiap alternatif
    1. kesediaan untuk rugi
    1. kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal

Untuk bisa memilih, sangat ditentukan oleh kemampuan wirausahauntuk mengambil risiko antara lain :

  1. keyakinan pada diri sendiri
    1. kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan memperoleh keuntungan.
    1. kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realistis.

Pengambilan risiko berkaitan dengan berkaitan dengan kepercayaan diri sendiri. Artinya, semakin besar keyakinan seseorang pada kemampuan sendiri, maka semakin besar keyakinan orang tersebut akan kesanggupan mempengaruhi hasil dan keputusan, dan semakin besar pula kesediaan seseorang untuk mencoba apa yang menurut orang
lain sebagai risiko. Oleh karena itu, pengambil risiko ditemukan pada orang-orang yang inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan (Suryana, 2003 : 22)

Referensi :

Drucker,  P.F,  1996.KonsepKewirausahaan Era  Globalisasi.Jakarta: Erlangga.

Marzuki, Usman. 2000. Konsep Kewirausahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Mutis. 2005.Kewirausahaan yang Berproses.Jakarta : Grasindo.

Prawirokusumo, S. 2010.Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil.Yogyakarta:BPFE.

Suryana.2003. Kewirausahaan.Jakarta : Salemba Empat.

Tarmuji, Tarsis, 2006.Prinsip-prinsip Wirausaha. Yogyakarta: Liberty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *