Implementasi Strategi UMKM di Masa New Normal

pers kampus

Implementasi Strategi UMKM di Masa New Normal

Akhir tahun 2019  virus corona menyebar di banyak negara, dan mengakibatkan kematian. Penularan yang dapat secara langsung dari penderita ke orang lain menyebabkan ketakutan di masyarakat. Antisipasi yang diterapkan adalah protokol kesehatan berupa pemakaian masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan antiseptik.

Hal ini membuat roda perekonomian kontraksi negatif karena rendahnya transaksi usaha. Indonesia pada kwartal ke 2 th 2020 mengalami pertumbuhan ekonomi negatif 5,2%.

Untuk mengatasi kelesuan ekonomi, yang berdampak pada penjualan perusahaan berkurang, maka UMKM melakukan beberapa strategi, baik dari segi  produk, pemasaran, lokasi, sdm,  juga mempertajam / menegaskan kembali akan visi misi usaha.

Visi adalah gambaran masa depan yang diinginkan. Jadi sebagai pemilik usaha hrs mempunyai gambaran perusahaan di masa depan.

Misi adalah serangkaian langkah langkah untuk mewujudkan visi.

Visi dan misi merupakan kerangka dasar untuk kemajuan suatu bisnis, tanpa visi misi perusahaan seperti terombang ambing tanpa tujuan masa depan, dan juga tanpa alat ukur untuk menilai kemajuan (KPI).

Strategi merupakan cara untuk mencapai tujuan dan focus merupakan pengerahan sumber daya pada salah satu kegiatan yang diutamakan.
Keunggulan bersaing merupakan serangkaian kelebihan dibandingkan dengan pesaing

Implementasi strategi umkm di masa new era:

Strategi yang dapat dipakai untuk masing masing bidang kegiatan diantaranya:

1. Bagian Produk (memperkecil ukuran), mengingat daya beli konsumen yang melemah, sementara harga bahan baku ada kenaikan, maka dimungkinkan untuk memperkecil produk dari pada harus menaikkan harga jual.

2. Bagian Pemasaran (pemakaian media online, teknik lainnya), saluran komunikasi penjualan tidak hanya model konvensional (above the line dan below the line) tapi juga mempergunakan media komunikasi yang baru berupa internet. Aplikasi media sosial berupa facebook, instagram dan whatsapp merupakan sarana pemasaran yang murah sekaligus mampu menjaring banyak calon konsumen.

3. Bagian Keuangan (penghematan anggaran), bagi perusahaan waktu yang tepat untuk mengurangi anggaran sekaligus efisiensi proses bisnis. Akan berbeda jika perusahaan baru yang mempunyai budget besar maka saat ini waktu yang tepat untuk promosi dimana banyak perusahaan yg tidak promosi.

4. Bagian SDM (meniadakan lemburan, pengurangan karyawan), pengurangan karyawan dan hanya memakai karyawan inti sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi krisis dan memasuki new normal yang masih sepi pembeli.

5. Mempertajam Keunggulan Bersaing (mempertajam keunggulan, terfocus, niche), lebih memilih pada produk yang paling laku, artinya keunggulan bersaing terbaik terhadap produk kompetitor, sebab yang terbaik saja merugi, apalagi produk yg tidak dapat bersaing.

Studi kasus:

A. Salah satu gerai pizza yang terletak di salah satu mall, melakukan strategi di bidang pemasaran dan produk. Pemasaran langsung turun ke jalan, dimana karyawan menawarkan dan menjual  pizza di tepi jalan, padahal biasanya di dalam ruangan mall. Produk dibuat dengan harga yang lebih murah yang diharapkan harga dapat terjangkau banyak kalangan.

B. Rekanan Gofood (diantaranya Seblak Spesial Puter) dalam menghadapi melemahnya daya beli konsumen, maka melakukan strategi diantaranya memberikan diskon serta paket murah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *